25th July, 2003
SEKOLAH MAKIN MAHAL
Mimpi untuk mewujudkan cita cita setingi langit, ternyata kian
sulit. Karena biaya sekolah saja saat ini semakin melangit.Hal
terebut dikemukakan oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Kalbar, Hj
Asiah Salekan, BA yang meminta agar biaya masuk sekolah baik di
tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
dan Sekolah Menengah Umum (SMU) jangan sampai membebani orang tua
murid maupun pelajar.
gBiaya pendidikan ini harus ditekan seminimal mungkin, atau bila
ingin ditingkatkan tentulah ada kesepakatan antara pihak sekolah
dengan orangtua dan jangan menjadi beban,h ungkapnya.
Asiah juga menghimbau kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota agar
sebelum dimulainya tahun ajaran baru untuk dapat membuat aturan
tegas mengenai batas maksimal terhadap biaya pendaftaran baru.
gPihak sekolah baik ditingkat SD, SLTP, SMU harus diberi warning
serta rambu-rambu sehingga tidak adanya penetapan biaya sekolah
sendiri-sendiri, perlu juga diingat di era otonomi daerah ini
Provinsi tidak mempunyai kewenangan yang kini berada di kabupaten
dan kota,h jelas Asiah.
Pontianak, 15 Juli 2003
Hari ini (15/7), para peserta Seleksi Peneriman Mahasiwa Baru
(SPMB) STAIN Pontianak tahun ajaran 2003/2004 telah bertarung habis-
habisan untuk emmperebutkan bangku kuliah. Tes seleksi ini telah
berlangsung sejak hari Senin (13/7) lalu.
Menurut panitia, tahun ini tes seleksi hanya diikuti oleh sekitar
459 peserta yang bertarung untuk memperebutkan kursi berbagai
program studi di lingkungan STAIN Pontianak. Menurut panitia jumlah
ini sangat sedikit dibanding tahun tahun lalu yang mencapai 800
peserta.
Untuk peserta tes yang mengambil satu jurusan masing masing peserta
dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 rupiah, sedangkan yang mengambil
dua jurusan dikenakan biaya sebesar Rp 65.000 rupiah. Tes seleksi
ini di laksanakan di gedung tarbiyah dan Dakwah.
Pihak panitia, sudah siap untuk menggelar SPMB. Termasuk
pengamanan soal secara swadaya yang telah diupayakan maksimal.
Bahkan ketua STAIN rencananya akan melakukan peninjauan secara
langsung dilokasi-lokasi kegiatan SPMB.
Pontianak, 8 Juli 2003
PONTIANAK SEGERA MILIKI KAWASAWA SENTRA AGRIBISNIS
Sebentar lagi masyarakat Pontianak boleh berbangga hati karena akan segera memiliki Kawasan Sentra Agribisnis (KSA). Hal ini bukanlah isapan jempol belaka karena Pemerintah Kota bekerja sama dengan para konsultan sedang melaksanakan tahap awal proyek tersebut.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang konsultan ketika sedang melakukan survay lapangan bersama timnya. Mereka sedang melakukan pemetaan wilayah wilayah yang masuk dalam KSA seluas 800 hektar. Wilayah ini membentang dari wilayah Siantan hulu sampai Siantan hilir.
Pengembangan KSA merupakan salah satu bentuk perencanaan ruang sektor strategis khususnya dibidang pertanian dengan pemusatan pada pembudidayaan lidah buaya (aloevera), pepaya, jagung, dan sayuran dataran rendah yang sudah dirintis oleh masyarakat setempat sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan untuk hasil tanaman lidah buaya yang berkualitas telah di eksport ke mancanegara karena telah banyak yang memanfaatkannya sebagai bahan baku kosmetik dan sampo.
pengembangan KSA dilakukan dengan cara menggali lebih dalam potensi yang dimiliki kawasan, mendorong pemanfaatan sumberdaya pertanian dan pengembangan infrastruktur penunjang kawasan secara optimal. usaha yang dilakukan antara lain intensifikasi, rehabilitasi, diversifikasi, dan peningkatan jumlah produksi serta meningkatkan peran aktif pelaku pembangunan daerah.
Keberadaan KSA memegang peranan penting sebagai acuan lokasi investasi bagi pemerintah dan swasta, khususnya dalam upaya untuk mencapai efisiensi , efektifitas, dan nilai tambah dari investasi di bidang pertanian.
sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, maka pemerintah Propinsi Kalimantan Barat khususnya Pemerintah Kota harus mulai mempersiapkan diri dengan menggali potensi sumberdaya alam dan mengkaji ulang produk produk unggulan yang dapat diandalkan dan kompetitif untuk menghidupkan roda perekonomian.
Menurut para anggota tim konsultan yang malakukan survay, wilayah yang masuk dalam KSA memang sangat cocok untik mengembangkan lidah buaya, pepaya, jagung dan sayuran karena komposisi tanahnya merupakan tanah gambutdengan iklim rata 22 derajat. Bahkan bukan hanya pertanian yang kan dikembangkan di wilayah ini tapi juga akan dikembangkan peternakan.Yang akan di tempatkan dalam satu kawasan yang tertata. Karena selama ini peternakan yang ada saat ini menyebar di seluruh kawasan. Bahkan saat ini telah dibangun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di dalam kawasan tersebut.
25th June, 2003
Monumen Khatulistiwa
Sebuah keajaiban yang tidak dimiliki oleh kota kota lain di
Indonesia adalah Monumen Kahtulistiwa (Tugu Khatulistiwa).
Keberadaan monumen tersebut menunjukkan bahwa kota Pontianak
dilalui oleh garis khatulistiwa (equator).
Monumen yang terletak 3 km dari pusat kota tersebut, berada pada
garis lintang 0 derajat. Monumen ini telah beberapa kali mengalami
pemugaran. Pertamakali ditemukan oleh seorang arsitektur
berkebangsaan Belanda pada tahun 1882.
Keajaiban yang dimiliki monumen ini adalah setiap tanggal 21 ? 23
Maret dan 21 ? 23 September pada tengah hari bayangan monumen dan
benda benda disekitarnya tidak tampak untuk beberapa saat.
Untuk menarik wisatawan setiap tanggal 21 ? 23 Maret dan 21 ? 23
September pemerintah kota Pontianak mengadakan even ? even seni
budaya yang di pusatkan di monumen khatulistiwa. Salah satunya
adalah lomba Barongsai. Barongsai yang berasal dari negeri China,
saat ini menjadi atraksi yang ditunggu tunggu oleh masyarakat
Pontianak.
Monumen ini terletak di tepian sungai Kapuas. Sehingga mudah
dicapai dengan menggunakan Bus, sepeda motor, perahu, ataupun
motorboat.
Monumen Khatulisstiwa telah menjadi kebanggaan massyarakat
Kalimantan Barat umumnya dan masyarakat Pontianak khususnya.
Bagi wisatawan yang tidak ingin melupakan keajaibannya, bisa
membawa souvenir berupa miniatur Monumen Khatulistiwa yang tersedia
dalam berbagai ukuran. Kerajinan tersebut bisa di dapatkan di toko ?
toko souvenir di sekitar Monumen Khatulistiwa.
Pontianak, 21 Juni 2003
MAHASISWA KURANG BUDAYA MENULIS
gBudaya menulis mahasiswa sangat kurangh. Saat ini mahasiswa lebih
banyak memindahkan isi buku ke dalam makalah atau tugas kuliah
lainnya. Disamping itu bulletin ? bulletin yang dikelola olah
mahasiswa masih jauh dari kata sempurna sebagai artikel ilmiah. Hal
itu pula yang melatar belakangi dilaksanakannya Pelatihan Penulisan
Artikel Ilmiah (P2AI) yang dilaksanakan di aula Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak. gBerbicara lebih mudah dari
pada menulish demikian diungkapkan Sri wahyuni AS selaku sekretaris
panitia pelaksana P2AI.
Dengan mengusung tema gMembangun Kompetensi Menulis dalam
Mengambangkan Keilmuanh, pelatihan ini berlangsung selama dua hari
dan diikuti tidak kurang dari 47 peserta. Di mulai pada hari
Jumfat, 20 Juni 2003 dan berakhir pada hari Sabtu, 21Juni 2003.
Dengan sasaran para mahassiswa kegiatan ini bertujuan untuk
mengembangkan bakat menulis yang dimiliki oleh mahasiswa. Disamping
itu membimbing mahasiswa bagaimana menuangkan ide ke dalam tulisan.
Kegiatan ini merupakan hassil kerja sama antara Badan eksekutif
Mahasiswa (BEM) STAIN Pontianak dan Lembaga Penelitian dan
Pengabdian pada Masyarakat (LP2M). Menghadirkan enam orang
pembicara yang berkualitas dibidangnya, salah satunya adalah Drs.
Abdurrahman Abror, P.Hd yang menjabat sebagai guru besar STAIN
Pontianak. Materi yang ditawarkan pun cukup menarik sebagai bekal
menulis ilmiah. Diantaranya; (1) Penulisan ilmiah berdasarkan rambu
rambu akreditasi jurnal, (2) penulisan ilmiah hasil Penelitian dan
non Penelitian, (3) Langkah langkan penulisan artikel ilmiah, (4)
Kaidah tata penulisan, dan masih banyak lagi.
Semula panitia pelaksana hanya mntargetkan 30 peserta saja, namun
dengan pertimbangan peminatnya sangat antusias maka peserta tidak
dibatasi. gSebenarnya jika terlalu banyak pesertanya tidak akan
efektif, tapi dengan ebberapa pertimbangan akhirnya kami tidak
membatasi pesertah ungkap Sri wahyuni lebih lanjut.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadikan STAIN sebagai syurga bagi
mahasiswanya. Di mana seharusnya mahasiswa senang berada di kampus
untuk menuangkan fenomena ? fenomena yang terjadi ke dalam tulissan
yang berkualitas.
*Kami sedang menunggu berita dari anda!
*Jika anda
berminat untuk menjadi salah satu anggota koresponden
submitting articles on a regular bases, please contact us.
kami
dan mengirim artikel2 secara teratur,silahkan hubungi kami.
We will giveyou a small commission.
Kami menyediakan tip kecil untuk artikel2 anda
*Silahkan kirim komentar anda tentang rubrik ini.Kami akan
membalas anda!